APSA
Kembali ke Berita & Wawasan

Berita & Wawasan

Memperkuat Agroforestri Berbasis Karbon untuk Mendorong Aksi FOLU Net Sink 2030

Oleh Administrator
Memperkuat Agroforestri Berbasis Karbon untuk Mendorong Aksi FOLU Net Sink 2030


Pada 21-22 Mei 2026, PT Arinda Prakarsa Santara Abadi (APSA) berpartisipasi sebagai narasumber dalam Workshop/Bimbingan Teknis Produk dan Komoditas Aksi Mitigasi FOLU Net Sink 2030 yang diselenggarakan oleh Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) Wilayah XI Banjarbaru. Mengangkat tema “Penguatan Agroforestri Berbasis FOLU Net Sink sebagai Model Bisnis Terintegrasi HHBK, Jasa Lingkungan, dan Karbon.” kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas kelompok masyarakat, khususnya Kelompok Tani Hutan (KTH), Hutan Kemasyarakatan (HKm), dan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) dalam mengembangkan agroforestri sebagai bagian dari aksi mitigasi.

IMG 19022

Menghubungkan Agroforestri dengan Potensi Karbon

Agroforestri dalam kerangka FOLU Net Sink tidak hanya berorientasi pada output fisik seperti luas lahan dan jumlah tanaman, tetapi juga pada peningkatan penyerapan dan penyimpanan karbon. Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai Nilai Ekonomi Karbon (NEK), mekanisme Result-Based Contribution (RBC), hingga posisi agroforestri dalam pencapaian target FOLU Net Sink 2030. Selain itu, dibahas juga mengenai kebutuhan Monitoring, Reporting, dan Verification (MRV) dalam pengelolaan proyek kegiatan berbasis karbon.

Dalam kesempatan tersebut, APSA turut membahas kesiapan KTH dalam mengembangkan agroforestri sebagai model usaha. Persiapannya mencakup identifikasi lahan, pemilihan jenis tanaman, penguatan kelembagaan, pelatihan MRV, serta pembangunan kemitraan multipihak. 

Memperkuat Kapasitas dan Pengelolaan Agroforestri

Salah satu fokus penting dalam workshop adalah mendorong kelompok masyarakat agar tidak hanya melihat demplot dari aspek budidaya dan fisik. Tetapi juga dapat mengembangkannya sebagai model pengelolaan yang memiliki nilai ekonomi dan mendukung pencapaian FOLU Net Sink 2030. Demplot dapat dikembangkan menjadi unit usaha yang mengintegrasikan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), jasa lingkungan, dan potensi karbon.

Harapannya melalui workshop ini, pemerintah, KPH, pendamping/penyuluh, serta kelompok masyarakat bersama-sama untuk memperkuat kapasitas dalam mengembangkan agroforestri berbasis FOLU Net Sink. Sebagai tindak lanjut, diperlukan adanya pendampingan teknis lanjutan bagi kelompok, terutama dalam inventarisasi pohon, sinkronisasi data lahan, penyusunan baseline, dan pengembangan rencana aksi.

Bagikan artikel

WhatsApp Email